![]() |
| Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis |
Berkaitan dengan judul artikel di
atas, yang harus kita ubah sebelum kita benar-benar turun ke dunia bisnis; Seperti
apa? Mari kita belajar bersama-sama :
1.
Mulai
dari diri dan gaya sendiri;
Pada bagian ini,
mungkin anda dan saya saling curhat dengan mengatakan: “Ada yang bilang kalau
mau bisnis, langsung terjun saja tidak perlu banyak berpikir dan memberi
pertimbangan-pertimbangan. Lalu ada juga yang menyarankan siapkan dulu
rencananya sedemikian rupa baru jalan. Tapi ada yang mengatakan pada saya tiru
saja bisnis yang sudah jalan pasti berhasil. Lantas ada lagi yang mengajak
paling enak berbisnis jasa karena tidak ada penumpukan barang.”
Lantas, anda dan
saya harus ada diposisi mana? Teman-teman, kita sepakat bahwa pendapat-pendapat
di atas itu semuanya benar. Tinggal saja diri kita yang menentukan bagaimana
harus memulai. Bagi diri saya; saya mulai dari apa yang saya bisa dan pas buat
buat saya. Kita boleh mencari dan menyimak informasi dari orang lain mungkin
itu bisa memberikan inspirasi dan memperluas wawasan kita. contoh-contoh bisa
kita ambil dan pakai tetapi kita harus berhati-hati dan bisa mengantisipasinya,
karena untung atau rugi, itu kita sendiri bukan mereka. Tapi teman-teman yang
masih belajar seperti saya ini, satu hal yang mesti kita tahu bahwa seandainya
kita sudah mengetahui garis besar dalam menjalankan suatu bisnis yang baru,
kita harus berani dari diri dan gaya kita sendiri meskipun rela menerima
resiko, karena dengan demikian kita akan mempelajari detailnya dan tahu banyak
hal.
2. Bisakah kita
berbisnis, tapi tidak meninggalkan pekerjaan kita saat ini?
Saya yakin bahwa
sebagai calon pebisnis, pikiran saya ini pasti seperti teman-teman apalagi kita
yang baru mau memulai “Bisakah saya menjalan bisnis itu, tapi bagaimana dengan
pekerjaan saya ini. Apa mungkin saya jalankan dua-duanya dengan melakoni dua
peran yang jalan bersamaan? Andaikata kita berasumsi seperti ini – usaha bisnis
ini saya percayakan kepada orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab
100%, maka kita mengatakan Ya, BISA. Tapi bagaimana kalau pengelolaan bisnis
itu kita serahkan kepada orang yang sembarang apalagi sampai jadi pemain watak,
pertanyaannya kapan kita mau jadi sukses sedangkan orang yang kita percayai itu
hidupnya pas-pasan dari gajinya – jawaban asumsi ini adalah TIDAK BISA.
Jadi teman-teman,
bisakah berbisnis tapi tidak meninggalkan pekerjaan kita saat ini, jawabannya
SANGAT BISA. Tergantung kita yang mengatur waktunya sehingga dua-duanya dapat
berjalan dengan baik tanpa terbentur satu sama lain.
3. Perbandingan
antara Pebisnis dan karyawan;
Saya nggk tau
dengan teman-teman seperti apa, tapi ini sering mengganjal pikiran ku dan
menimbulkan kekhawatiran tersendiri, manakala mental sebagai karyawan bisa saja
mendominasi saat kita akan menjalankan suatu bisnis. Contoh perbandingannya
seperti ini :
- Jika sebagai pebisnis siap hidup hemat sampai bisnis menjadi sukses, sementara karyawan kebanyakan berusaha hidup makmur terus, walaupun perusahaan merugi.
- Jika sebagai pebisnis siap untuk tidak berpenghasilan, bahkan rugi. Tapi karyawan hanya tau setiap bulan harus terima gaji, sementara tanggung kerugian? Tidak mau!
- Jika jadi pebisnis, dituntut memikirkan bisnis secara mendetail dari A sampai Z. Sementara karyawan hanya memikirkan pekerjaan saja;
- Jika sudah jadi pebisnis, maka harus berani pakai uang sendiri asalkan produktif. Sementara mental karyawan pakai uang perusahaan yang banyak pun ok. Tapi uang pribadi? Sedikit saja dihitung.
Teman-teman, hal
di atas memang benar sering mangganjal pikiran saya mungkin juga teman sendiri,
tapi kemudian saya sadar bahwa saya ini pembelajar dan terus belajar dan
benar-benar mau jadi pebisnis. Namun setelah bepikir, dan punya komitmen dengan
pemahaman seperti ini – perbandingan perbedaan itu timbul karena dipengaruhi
lingkungan, keadaan, dan pengalaman. Namun perlu kita ketahui bahwa kita akan
sulit sukses apabila masih punya pola berpikir seperti karyawan. Karena itu
anda dan saya harus bisa punya komitmen, apabila mau berbisnis – berpikirlah
seperti pebisnis! Titik.
4. Bermental sebagai
pebisnis itu menentukan kesuksesan;
Jujur teman-teman,
pada bagian ini saya sangat khawatir pada diri saya. Apakah mental pikiran yang
kita miliki menjadikan kita kuat atau lemah? Sementara bermental pebisnis itu
secara fisik kita boleh disiksa, lingkungan boleh kacau, saudara atau teman
bisa saja meninggalkan kita, pemerintah bisa saja tidak mendukung, uang sulit
dicari, tetapi siapa yang dapat mengekang pikiran kita untuk menjadi sukses
atau berbahagia? Apakah saya harus bertanya ke orang kaya, kemudian kepada
orang miskin?. Teman-teman kita kemudian bisa tertolong dan dihibur oleh James Allen dalam bukunya As a Man Thinketh berargumen, pola pikir
manusia menjadikannya persis seperti yang dipikirkannya. Misalnya kita berpikir
kurang pandai maka tindakan kita memperkuat pernyataan tersebut. Wallace D. Wattles dalam bukunya yang
terkenal, The Science of Getting Rich,
menjelaskan panjang lebar kalau mau menjadi kaya, yang pertama dilakukan adalah
harus mampu mengontrol cara berpikir kita. pikiran adalah harta yang tak
ternilai dan satu-satunya yang membedakan seorang pemenang dengan seorang pecundang!
5.
Punya modal dulu,
baru pola pikir.
Kadang-kadang kita
berpikir, punya modal dulu baru pikir mau bisnis apa. Memang Ya, tapi pola
pikir dan cara kita berpikir sangat penting, bahkan lebih penting daripada
modal kerja. Ingat! Bahwa banyak pebisnis muda yang tidak siap, akhirnya tutup
usaha, kemudian kembali bekerja menjadi karyawan karena tidak tahan akan
konsekuensi dari berbisnis. Setelah dipikir-pikir, memang dalam dunia bisnis
dibutuhkan pemikiran mendalam dan serius sebelum memulai bisnis. Mungkin anda
dan saya harus sepakat dengan kalimat kunci seperti ini pebisnis yang tangguh harus memilik pola pikir yang kreatif.
Itulah teman-teman, Lima hal yang perlu diubah sebelum turun kedunia Bisnis. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Mudah-mudahan
artikel yang sederhana ini, dapat bermanfaat bagi anda. Khususnya bagi anda
yang mau belajar berbisnis seperti saya ini.
Anda juga bisa ikuti artikel lainnya seperti :

0 Response to "Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis"
Post a Comment