Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis

Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis
Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis
Mungkinkah ini yang mesti kita ubahsebelum memulai membangun bisnis, yaitu cara berpikir kita. Cara berpikir kita yang tadi itu kita anggap cara berpikir yang lama yang mesti kita ubah. Karena kalau tidak, sama saja kita bukan benar-benar mau berbisnis karena masih bergantung dengan cara-cara yang lama. Kalau kita mau berubah, maka kita harus benar-benar meninggalkan yang lama, dan memulai yang baru. Karena yang baru pasti juga diiginkan oleh orang lain, apalagi diri kita karena itu suatu perubahan yang baik.

Berkaitan dengan judul artikel di atas, yang harus kita ubah sebelum kita benar-benar turun ke dunia bisnis; Seperti apa? Mari kita belajar bersama-sama :   

1.        Mulai dari diri dan gaya sendiri;
Pada bagian ini, mungkin anda dan saya saling curhat dengan mengatakan: “Ada yang bilang kalau mau bisnis, langsung terjun saja tidak perlu banyak berpikir dan memberi pertimbangan-pertimbangan. Lalu ada juga yang menyarankan siapkan dulu rencananya sedemikian rupa baru jalan. Tapi ada yang mengatakan pada saya tiru saja bisnis yang sudah jalan pasti berhasil. Lantas ada lagi yang mengajak paling enak berbisnis jasa karena tidak ada penumpukan barang.”
Lantas, anda dan saya harus ada diposisi mana? Teman-teman, kita sepakat bahwa pendapat-pendapat di atas itu semuanya benar. Tinggal saja diri kita yang menentukan bagaimana harus memulai. Bagi diri saya; saya mulai dari apa yang saya bisa dan pas buat buat saya. Kita boleh mencari dan menyimak informasi dari orang lain mungkin itu bisa memberikan inspirasi dan memperluas wawasan kita. contoh-contoh bisa kita ambil dan pakai tetapi kita harus berhati-hati dan bisa mengantisipasinya, karena untung atau rugi, itu kita sendiri bukan mereka. Tapi teman-teman yang masih belajar seperti saya ini, satu hal yang mesti kita tahu bahwa seandainya kita sudah mengetahui garis besar dalam menjalankan suatu bisnis yang baru, kita harus berani dari diri dan gaya kita sendiri meskipun rela menerima resiko, karena dengan demikian kita akan mempelajari detailnya dan tahu banyak hal.

2.      Bisakah kita berbisnis, tapi tidak meninggalkan pekerjaan kita saat ini?
Saya yakin bahwa sebagai calon pebisnis, pikiran saya ini pasti seperti teman-teman apalagi kita yang baru mau memulai “Bisakah saya menjalan bisnis itu, tapi bagaimana dengan pekerjaan saya ini. Apa mungkin saya jalankan dua-duanya dengan melakoni dua peran yang jalan bersamaan? Andaikata kita berasumsi seperti ini – usaha bisnis ini saya percayakan kepada orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab 100%, maka kita mengatakan Ya, BISA. Tapi bagaimana kalau pengelolaan bisnis itu kita serahkan kepada orang yang sembarang apalagi sampai jadi pemain watak, pertanyaannya kapan kita mau jadi sukses sedangkan orang yang kita percayai itu hidupnya pas-pasan dari gajinya – jawaban asumsi ini adalah TIDAK BISA. 
Jadi teman-teman, bisakah berbisnis tapi tidak meninggalkan pekerjaan kita saat ini, jawabannya SANGAT BISA. Tergantung kita yang mengatur waktunya sehingga dua-duanya dapat berjalan dengan baik tanpa terbentur satu sama lain.

3.      Perbandingan antara Pebisnis dan karyawan;
Saya nggk tau dengan teman-teman seperti apa, tapi ini sering mengganjal pikiran ku dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri, manakala mental sebagai karyawan bisa saja mendominasi saat kita akan menjalankan suatu bisnis. Contoh perbandingannya seperti ini :
  • Jika sebagai pebisnis siap hidup hemat sampai bisnis menjadi sukses, sementara karyawan kebanyakan berusaha hidup makmur terus, walaupun perusahaan merugi.
  • Jika sebagai pebisnis siap untuk tidak berpenghasilan, bahkan rugi. Tapi karyawan hanya tau setiap bulan harus terima gaji, sementara tanggung kerugian? Tidak mau!
  • Jika jadi pebisnis, dituntut memikirkan bisnis secara mendetail dari A sampai Z. Sementara karyawan hanya memikirkan pekerjaan saja;
  • Jika sudah jadi pebisnis, maka harus berani pakai uang sendiri asalkan produktif. Sementara mental karyawan pakai uang perusahaan yang banyak pun ok. Tapi uang pribadi? Sedikit saja dihitung.



Teman-teman, hal di atas memang benar sering mangganjal pikiran saya mungkin juga teman sendiri, tapi kemudian saya sadar bahwa saya ini pembelajar dan terus belajar dan benar-benar mau jadi pebisnis. Namun setelah bepikir, dan punya komitmen dengan pemahaman seperti ini – perbandingan perbedaan itu timbul karena dipengaruhi lingkungan, keadaan, dan pengalaman. Namun perlu kita ketahui bahwa kita akan sulit sukses apabila masih punya pola berpikir seperti karyawan. Karena itu anda dan saya harus bisa punya komitmen, apabila mau berbisnis – berpikirlah seperti pebisnis! Titik.

4.      Bermental sebagai pebisnis itu menentukan kesuksesan;
Jujur teman-teman, pada bagian ini saya sangat khawatir pada diri saya. Apakah mental pikiran yang kita miliki menjadikan kita kuat atau lemah? Sementara bermental pebisnis itu secara fisik kita boleh disiksa, lingkungan boleh kacau, saudara atau teman bisa saja meninggalkan kita, pemerintah bisa saja tidak mendukung, uang sulit dicari, tetapi siapa yang dapat mengekang pikiran kita untuk menjadi sukses atau berbahagia? Apakah saya harus bertanya ke orang kaya, kemudian kepada orang miskin?. Teman-teman kita kemudian bisa tertolong dan dihibur oleh James Allen dalam bukunya As a Man Thinketh berargumen, pola pikir manusia menjadikannya persis seperti yang dipikirkannya. Misalnya kita berpikir kurang pandai maka tindakan kita memperkuat pernyataan tersebut. Wallace D. Wattles dalam bukunya yang terkenal, The Science of Getting Rich, menjelaskan panjang lebar kalau mau menjadi kaya, yang pertama dilakukan adalah harus mampu mengontrol cara berpikir kita. pikiran adalah harta yang tak ternilai dan satu-satunya yang membedakan seorang pemenang dengan seorang pecundang!

5.      Punya modal dulu, baru pola pikir.
Kadang-kadang kita berpikir, punya modal dulu baru pikir mau bisnis apa. Memang Ya, tapi pola pikir dan cara kita berpikir sangat penting, bahkan lebih penting daripada modal kerja. Ingat! Bahwa banyak pebisnis muda yang tidak siap, akhirnya tutup usaha, kemudian kembali bekerja menjadi karyawan karena tidak tahan akan konsekuensi dari berbisnis. Setelah dipikir-pikir, memang dalam dunia bisnis dibutuhkan pemikiran mendalam dan serius sebelum memulai bisnis. Mungkin anda dan saya harus sepakat dengan kalimat kunci seperti ini pebisnis yang tangguh harus memilik pola pikir yang kreatif.




Itulah teman-teman, Lima hal yang perlu diubah sebelum turun kedunia Bisnis. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Mudah-mudahan artikel yang sederhana ini, dapat bermanfaat bagi anda. Khususnya bagi anda yang mau belajar berbisnis seperti saya ini.

Anda juga bisa ikuti artikel lainnya seperti : 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima hal yang perlu diubah sebelum turun ke dunia Bisnis"

Post a Comment